Cinta-tak-biasa-wanita-tua-penjual-kue

Cinta Tak Biasa Wanita Tua Penjual Kue

Kisah cinta tak biasa ini ingin saya bagikan tentang seorang ibu penjual kue bernama Ibu Sri. Usianya 47 tahun, dia pedagang di pasar tradisional. Sosoknya sangat ramah dan murah senyum. 

Dua sampai tiga kali dalam seminggu saya ke pasar untuk membeli kuenya. Sesekali saya berbincang dengan beliau dan saya bertanya kepada beliau apa sih rahasia di balik kuenya yang enak. 

Baca juga: Kisah single mother yang rela dihujat,dihina demi membesarkan anak

Ibu Sri menjawab, “rahasianya pakai cinta, nak.” 

Kaget dong, saya pikir si ibu mau gombalin saya, karena sudah terlalu akrab. 

“Ini seriusan bu saya nanyanya,”  ucap saya. 

“Gimana maksudnya bu pakai cinta?” saya kembali bertanya. 

Baca juga: Kenapa cinta pertama susah dilupakan

Sambil tersebut, ibu Sri kembali menjawab,” di setiap kue ada rasa cinta ketika membuatnya. Cinta untuk anak-anak saya untuk menghidup mereka hingga besar.”

“Supaya mereka jadi anak yang baik, anak yang baik, anak-anak yang bisa membanggakan agama dan bangsanya,” ucap Ibu Sri. 

“Mungkin dari rasa tulus tercipta kue yang enak, meski dengan bahan dan resep yang sederhana,” dia menambahkan. 

Ibu Sri kembali menjelaskan bahwa dia memiliki tiga orang anak. Tiga perempuan, dan seorang laki-laki. Ketiganya membuat Ibu Sri membuat kue, setiap harinya. 

“Setiap Jumat saya selalu mengajarkan mereka untuk menyisihkan rezeki buat tetangga yang kurang ampu dan juga anak yatim di kampung.” 

Baca juga: Cinta sejati akan muncul pada usia ini

Saya takjub. Terdiam. Seperti ada yang menusuk tajam ke dalam hati. Di balik penghasilannya yang pas-pasan, ada jiwa sosial yang sangat tinggi. 

Saya mendapat pelajaran untuk menjadi orangtua terbaik dan memberikan cinta sejati untuk anak-anak, juga menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama meski dalam kondisi yang tidak berkecukupan.  

About the author
cinta

Related

Login for comment

There are no comments yet.

Be the first to comment here.