Hal Ini Dapat Membuat Kamu Dianggap Toxic Parents

Freya Velope

Pernahkah kamu mendengar tentang toxic parenting sebelumnya? Jika belum, simaklah hal berikut ini agar kamu dapat terhindar dari golongan toxic parents.

Pertama kamu harus paham apa itu toxic parenting yang dapat membuat kamu jadi toxic parents. Jadi, toxic parenting adalah pola asuh orang tua yang tanpa sadar akan melukai mental seorang anak sebab orang tua tersebut selalu ingin dituruti dan dimengerti tanpa mengerti bagaimana perasaan dan pendapat anaknya.

Bagaimana dampaknya dengan kesehatan mental anak? Anak yang mengalami toxic parenting cenderung memiliki risiko gangguan mental seperti depresi atau stres. Beberapa penelitian juga telah membuktikan bahwa kesehatan mental remaja merupakan cerminan dari pola asuh orang tua. Perbedaan pola asuh setiap orang tua tentu akan memberikan dampak pada kesehatan mental anak yang berbeda pula.

Anak dengan pola asuh yang positif cenderung jarang mengalami gangguan mental, berbanding terbalik dengan pola asuh yang negatif. Anak dengan pola asuh negatif cenderung menimbulkan masalah interpersonal pada dirinya. Anak akan merasa cemas, merasa dirinya tidak berarti, hingga mengidap gangguan depresi.

Maka dari itu, sebagai orang tua yang diberi amanah untuk menjaga anak sebagai karunia dari Tuhan, kamu perlu melindungi mereka dari kemungkinan buruk yang tidak diinginkan. Sifat toxic parents di bawah ini perlu kamu perhatikan agar dapat menjadi orang tua yang diidamkan.

Terlalu Egois

Salah satu yang ada pada sifat toxic parents adalah sifat egois. Mereka menempatkan keinginan dan ekspektasi mereka di atas kebutuhan anak itu sendiri. Orang dengan sifat seperti ini cenderung kurang memiliki rasa empati, mereka menganggap keinginan dan ekspektasi mereka adalah hal yang paling utama di atas hal lain yang menurut dirinya sendiri tidak penting.

Terlalu Ketat dan Mengatur

Berangkat dari sifatnya yang egois dengan mementingkan perasaan dan keinginannya sendiri, mereka akan selalu mengatur anaknya secara ketat. Mereka akan meminta anaknya untuk melakukan apapun sesuai keinginannya, bahkan hal yang tidak seharusnya dikerjakan oleh seorang anak. Keinginan mengatur segalanya juga menjadikan mereka orang yang manipulatif. Hal ini akan menyebabkan anak merasa terjebak dan merasa bersalah apabila tidak menuruti atau mengikuti apa yang dikatakan oleh orang tua mereka.

Selalu Menyalahkan Anak

Pada kondisi apapun, orang tua yang toxic akan menyalahkan anaknya atas kejadian buruk yang tidak diinginkan. Meskipun secara tidak sadar mereka menyebabkan suatu masalah, karena sifatnya yang manipulatif mereka akan memutarbalikkan fakta dan menyalahkan orang-orang di sekitarnya termasuk anak. Orang seperti ini juga akan selalu menganggap bahwa pendapat atau pemikiran anaknya adalah suatu hal yang salah.

Melakukan Kekerasan Fisik

Dalam hal ini, kekerasan fisik seperti memukul yang dilakukan oleh toxic parents adalah kekerasan fisik yang tidak berdasar. Mereka adalah orang yang dapat dibilang ringan tangan, jika seorang anak melanggar atau melakukan kesalahan kecil, tanpa rasa tega mereka akan memukulnya. Tentu hal ini bisa menyebabkan trauma pada anak.

Melakukan Pelecehan Secara Verbal

Pelecehan verbal yang dilakukan oleh orang tua yang toxic adalah seperti memberikan label buruk, suka berteriak, selalu memberi kritikan atas apa yang dilakukan atau bahkan suka membicarakan hal buruk mengenai anak di depan anak tersebut dan orang lain. Hal ini yang menyebabkan anak merasa hilang kepercayaan diri dan kecemasan atas apapun yang mereka lakukan.

Secara langsung maupun tidak langsung, dalam jangka pendek maupun jangka panjang, hal-hal yang menjadi kebiasaan bagi toxic parents tentu akan berdampak pada kesehatan mental anak. Jika kamu merupakan orang tua yang akan segera memiliki anak, di dunia yang sudah sangat modern ini, tidak ada salahnya untuk mencari tahu lebih dalam mengenai ilmu parenting melalui internet atau event seminar online.

Ketahuilah, jika kamu berpikir menjadi orang tua adalah hal pertama kali bagimu, begitupun dengan seorang anak, mereka juga pertama kali menjadi seorang anak.

Comment (0)
Comment is under moderation
 
More from Freya Velope
Kamu terjebak dalam circle pertemanan lawan jenis? Fakta persahabatan lawan...
Pacaran beda agama dapat menjadi benteng dalam hubungan percintaan kamu,...
Stalking mantannya pasanganmu adalah hal yang tidak sehat, hal itu...
 
Gelisah karena persoalan cinta, Join terapi menulis
More from Freya Velope
Bisakah Lawan Jenis Murni Bersahabat?
Bisakah-lawan-jenis-murni-bersahabat
Kamu terjebak dalam circle pertemanan lawan jenis? Fakta persahabatan lawan jenis dari penelitian menyebutkan hal ini lho....
Pacaran Beda Agama, Perlukah Dipertahankan?
Pacaran-beda-agama-perlukah-dipertahankan
Pacaran beda agama dapat menjadi benteng dalam hubungan percintaan kamu, berikut hal yang perlu dipertimbangkan untuk menjaga hubunganmu....
More from BDC
Dalam berumah tak hanya hidup bersama, tetapi juga harus menjaga...
Tips keluarga bahagia menurut Islam bercermin dari Nabi Muhammad yang...
Semua orang di dunia ini pastinya menginginkan agar keluarga mereka...
Lima tips keluarga harmonis dan bahagia untuk pengantin baru antara...
Tips keluarga sehat menjadi suatu langkah kebiasaan yang sangat penting...