Kisah-single-mother-yang-rela-dihina-dihujat-demi-membesarkan-anak

Kisah Single Mother yang Rela Dihina, Dihujat demi Membesarkan Anak

Belajardaricinta mendapatkan kiriman cerita yang luar biasa dari seorang single mother. Dia bercerita tentang perjuangannya dalam membesarkan anak, mendapatkan hinaan, bahkan dari keluarganya sendiri. 

Meski seorang single mother, dia tetap tak gentar.  Rela dihujat, asalkan anaknya bisa meraih mimpi dan cita-citanya. 

Aku single mother. Bergonta ganti pekerjaan, pemasukan tak jelas. Dihina, diledek dan disepelekan keluarga adalah makananku sehari-hari. 

Tapi, aku tetap semangat demi anakku. Saat anakku lulus SMA, keluargaku ngotot meminta anakku kerja di pabrik. Mereka meminta anakku bekerja, karena takut dimintai biaya. Tak ada satupun yang mendukungnya untuk kuliah. 

Tapi, anakku tak patah semangat. Dia tetap berusaha masuk kuliah lewat KIP Kuliah. Tapi, lagi-lagi keluargaku sinis. Tidak mendukung. 

Hanya aku yang terus mendukung. Berdoa siang malam agar dapat berkuliah. “Nak, kau punya mimpi, kau punya ambisi. Raihlah. Gapailah. Meski kamu harus terjatuh berkali-kali,” kataku. 

Doaku dijawab. Anakku lulus di PTN Surabaya dan tanpa biaya. Semoga matahariku berhasil meraih mimpinya dan selalu berada dalam lindungan Tuhan. 

Aku mendapatkan pelajaran, pelajaran kehidupan. Bila kita bersyukur, semua jalan akan dipermudah. 

Kehidupan seperti berjalan di atas kerikil panas. Tapi harus tetap dijalani demi masa depan anakku. “Ingat nak, di saat semua memandang miring, ada doa ibu yang selalu menyertaimu.” 

Ditulis oleh Dyan Kaguya via aplikasi Helo. 

Itulah cerita yang sangat mengharukan dari seorang single mother. Cinta, tidak melulu antara pasangan. Cinta itu universal. Seperti cinta ibu kepada anaknya ini. Semoga kita bisa memetik pelajaran dari kisah tersebut. 

About the author

Related

Login for comment

There are no comments yet.

Be the first to comment here.