5 Novel Klasik Romantis Yang Wajib Kamu Baca

5 Novel Klasik Romantis yang Wajib Kamu Baca

Ngomongin novel klasik, adakah sosok William Shakespeare atau Jane Austen muncul dalam pikiranmu? Atau mungkin judul-judul buku seperti To Kill a Mockingbird juga The Lord of the Rings langsung hinggap di bayangan ketika mendengar ‘novel klasik.’ 

Baca juga: Rekomendasi 5 Film Korea yang Jalan Ceritanya Nggak Cheesy

Kepo nggak sih kenapa judul-judul tersebut bisa digolongkan dalam sebuah kategori ‘novel klasik?’ Well, gampang aja, kamu pasti akan menyebut, “Iya, karena ditulis pada abad 17, 18, 19 atau 20.” Ada benarnya kok. Tapi, ada beberapa karakteristik yang bisa menunjukkan kalau buku tersebut dapat digolongkan sebagai novel klasik.  

  1. Tokoh utama yang berkesan 

Sebuah karya klasik sebagian besar memiliki tokoh utama yang meninggalkan kesan buat para pembacanya. Ini bisa terlihat dari watak dominan yang digambarkan juga cara pandang tokoh tersebut pada masalah yang sedang dihadapi sehingga cerita yang dibangun juga akan terpusat pada tokoh utama. 

  1. Mendeskripsikan kehidupan manusia 

Karya klasik mengambil permasalahan yang menggambarkan tahun saat karya itu ditulis. Misalnya perbedaan kelas, juga tema-tema mendasar seperti, cinta, kesetian, kebencian, dan kematian yang menyentuh perasaan. Tema-tema seperti ini yang membuat karya ini tak lekang oleh waktu. 

  1. Dapat dibaca berulang kali 

Tidak hanya karena tema cerita yang tak lekang oleh waktu, pembaca dapat relate dengan sikap atau watak tokoh seiring pembaca bertambah usia. Contohnya, ketika pembaca masih remaja, ia akan relate dengan watak atau sudut pandang tokoh A. Saat ia sudah tumbuh dewasa, ia akan memahami tokoh B. Hal ini, membuat cerita yang ia baca, akan menimbulkan pemahaman yang berbeda bagi si pembaca. 

  1. Sumber inspirasi 

Jelas saja, karya klasik akan menjadi acuan untuk masa-masa setelahnya, baik secara struktur, alur cerita, maupun penokohan. Di sisi lain, tanda bahwa karya itu klasik dapat dilihat dari cerita yang diangkat menjadi film, drama atau pementasan teater. 

Menutup bulan Februari yang identik sebagai bulan kasih sayang ini, nggak ada salahnya kamu coba baca beberapa karya sastra klasik dengan tema percintaan. Kayak yang udah dibahas sebelumnya, dibalik cerita romantis yang diangkat kamu bisa mengintip masalah-masalah sosial yang secara implisit terlihat di jalan ceritanya. 

5 rekomendasi novel roman klasik 

Biar nggak bingung milih novel mana dulu kira-kira yang mau dibaca, coba cek lima rekomendasi novel klasik ini, ya. 

  1. Pride and Prejudice 

Siapa yang tak kenal dengan Jane Austen? Penulis kondang dari Inggris telah menerbitkan banyak karya yang tak lekang oleh waktu. Salah satu karya paling populer adalah Pride and Prejudice. Tak hanya berhenti menjadi novel, karya ini sudah diadaptasi berulang kali menjadi serial TV dan film. 

Pride and Prejudice yang ditulis tahun 1813 ini berkisah tentang keluarga Bennet dan kelima putrinya. Hidup dalam keluarga dengan ekonomi yang cukup mapan, Nyonya Bennet memutar otak agar putri-putrinya bisa tetap hidup nyaman. Terjadilah intrik-intrik romansa yang dibuat Nyonya Bennet untuk anak-anaknya. Fokus utama dari dari novel ini adalah kisah cinta antara Elizabeth atau Lizzie dengan Mr. Darcy. Tidak hanya mengekspos kisah cinta, Jane Austen juga menyuarakan opininya terhadap pandangan masyarakat terhadap perempuan melalui buku ini. 

  1. Lady Chatterley’ Lover 

Pada 1928, novel karya D.H. Lawrence berjudul Lady Chatterley’s Lover diterbitkan. Novel ini meledak di pasaran tapi menuai kontroversi akibat penggambaran hubungan seks yang terlalu vulgar juga cerita romantis dari dua orang berbeda kasta. 

Novel ini berkisah tentang Lady Chatterley yang merasa bosan dengan kehidupan pernikahannya setelah sang suami mengalami kecacatan akibat perang. Ia mencari pelampiasan dengan menjelajahi hutan. Di sana, ia bertemu dengan penjaga hutan dan menjalin hubungan gelap dengannya. Pembaca dapat menemukan serangkaian simbol yang digunakan untuk menyuarakan perasaan masing-masing tokoh dalam novel ini. 

  1. A Room with a View 

Cerita yang ditulis E.M. Foster dan diterbitkan pada 1908 ini bercerita tentang pertemuan Lucy Honeychurch dengan George Emerson yang membuatnya jatuh hati dari hari ke hari. Pertemuan yang terjadi saat dirinya sedang berlibur ke Italia itu ternyata berlanjut. Walau sekembalinya ke Inggris Lucy bertunangan dengan Cecil Vyse, seorang bangsawan Inggris, tapi ia dihadapkan dengan dua pilihan. Haruskah ia tetap melanjutkan hubungan dengan Cecil atau memulai hubungan dengan George. Tidak hanya memaparkan kisah percintaan, A Room with a View merupakan novel yang ditulis Foster untuk mengkritik kondisi sosial pada saat itu. 

Cerita-cerita dari novel klasik ini tak hanya bisa membuatmu tersipu dengan cerita romansanya, tapi juga bisa membuatmu mengintip tentang cara bagaimana orang-orang dulu berusaha mendapatkan hati sang kekasih. Jadi, sudah putuskan novel mana yang akan menemani kamu untuk dibaca di akhir pekan ini?

Baca juga: 5 Film Korea Paling Romantis yang Dijamin Bikin Meleleh

Belajardaricinta.id bertujuan untuk menjadi tempat untuk curhat, berbagi tulisan dan kisah yang membangun, dan memberikan perspektif baru bagi pembacanya, sehingga diharapkan bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Kami percaya bahwa curhat dapat memberikan rasa tenang, tidak sendirian dan mencegah membuat kondisi menjadi lebih buruk. 

Yuk ikut berbagi ceritamu di sini dengan mendaftar di Writing Therapy.

About the author
Hiburan novel

Related

Login for comment

There are no comments yet.

Be the first to comment here.