1

Perceraian Alvin Faiz-Larissa Chou Makin Panas, Pernikahan Muda dan Penyesalan Terbesar

Pernikahan tidak mudah untuk menjalankannya, apalagi ketika harus menjalani pernikahan muda. Hal itulah yang dialami oleh pasangan muda Alvin Faiz dan Larissa Chou. Beberapa tahun lalu, keduanya menikah muda. Alvin 17 tahun, sementara Larissa 19 tahun. Kini, pernikahannya terancam bubar.  

Baru-baru ini, terungkap bahwa Alvin Faiz sebagai suami gagal menjadi imam bagi Larissa Chou. Kegagalan dan kesalahan Alvin menjadi suami Larissa Chou bocor dan jatuh ke tangan akun gosip di sosial media. 

1. Selama menikah dia tidak pernah membimbing aku dalam hal agama termasuk mengajari ngaji (padahal janjinya sebelum menikah akan membimbing) tapi diluaran aku selalu bilang dia membimbing aku agar selalu terlihat baik. 

2. Selama menikah aku pernah masuk RS beberapa kali dan dia tidak mau menemani selama di rs (hanya mengantar) merasa sendirian padahal ada suami. Dan yang menemani aku di rs selalu assistant. 

3. Selama menikah dia selalu memprioritaskan hobi dan dunianya. Main futsal teralu sampai malam sering, main ps bisa seharian, nonton bola dibelain sampai subuh bisa tapi untuk anak tidak bisa. 

4. Tidak pernah mengajari anaknya belajar dalam hal apapun (benar-benar Yusuf gak dapat sosok ayah). Ketika anak sakit pun tidak ikut mengurus karena sudah ada aku dan pengasuh. Padahal aku ga tidur semalaman jaga anak sakit pengennya ditemani ayahnya (tapi kalau untuk main ps dia mau). 

5. Ketika appliqués club house collar, setiap hari main CH ngobrol banyak hal yang tidal pending sampai subuh setiap hari. Padahal untuk ukuran seorang pemimpin pesantren seharusnya ga ada waktu untuk hal-hal seperti itu, lebih baik fokus dengan keluarga dan pesantren. 

6. Pernah melakukan hubungan badan dengan perempuan di tahun 2019. 

7. Mengorbankan aku untuk menutupi kesalahannya. 
Poin-poin ini adalah garis besar kenapa aku meminta berpisah dari pria ini. Untuk apa bertahan jika tidak dihargai dan tidak diprioritaskan? 

Untuk apa dengan pria yang tidak pernah ada di saat aku butuh? Di mana letak suaminya? 

Kasihan yusuf juga kalau harus tumbuh dengan sosok lelaki seperti ini. 

Pria paling egois yang aku kenal

  • tidak mau mengalah 
  • tidak mau kalah
  • tidak mau salah 
  • tidak mau intropeksi
  • selalu merasa paling benar

dan sangat kekanak-kanakan. 

Padahal seharusnya pria menjadi 3P

  • pelindung
  • pembimbing
  • pemimpin

Tapi dia menjadi 1P yaitu penghancur….

Bahkan sampai di akhir perceraian yang masih proses dia sangat menyakiti aku dengan terus-terus menjadikan perceraian sebagai becanda di Instastorynya. 

Sangat tidak bijak

Sebelum digugat cerai pun sudah pergi dengan teman-teman perempuannya sampai malam walau ramean. Seharusnya dia bisa menjaga marwahnya sebagai anak seorang ulama. Jadi dia memang sudah melewati batasan yang seharusnya. 

Menanggapi postingan ini, Alvin tidak menyangkal. 

“Gak banyak yang harus gw bicarakan, tapi sampai kapanpun prinsip gw adalah masalah rumah tangga atau yang lalu itu jadi ranah pribadi gw aja. Untuk sekarang gw cukup mengiyakan perkataan dia. Dan untuk Larissa, dari hatiku yang paling dalam, aku benar-benar minta maaf atas semua kesalahanku, kamu wanita hebat, terima kasih sudah membentuk aku sampai sekarang ini. U deserve better, Insya Allah kamu bisa mendepatkan yang lebih baik dari aku, Insya Allah, aku percaya, amin. 

Pelik yah! 

Tapi bila ditelisik lagi, persoalan yang dialami Larissa adalah masalah umum yang dialami oleh pasangan menikah muda. Jadi banyak pasangan muda di luar sana yang mengalami masalah serupa dengan Larissa. 

Ini terjadi karena sifat asli pasangan, baru muncul setelah menikah, sementara pasangan lainnya tidak bisa beradaptasi dan menerima sikap asli tersebut, karena belum matangnya mental. 

Sejatinya, usia muda adalah masa untuk mencari identitas diri dan karakter. Di usia ini, remaja ingin hidup bebas, mencari teman sebanyak-banyaknya, dan mencari tantangan baru. 

Namun, karena pernikahan, gejolak remaja tersebut terkekang’. Harus bertanggung jawab terhadap keluarga (istri dan anak), terbatas dalam berteman, tidak lagi bisa keluyuran, dan sulit mencari tantangan baru. Akibatnya, muncul rasa perlawanan dalam diri, hingga nekat menghancurkan rumah tangganya sendiri. Munculah kasus KDRT, perselingkuhan, abai terhadap keluarga, hingga akhirnya bercerai. 

Ironisnya, meski kasus perceraian akibat pernikahan dini tinggi, namun fenomena menikah muda di Indonesia juga tergolong tinggi. Di ASEAN, Indonesia menempati urutan kedua setelah Kamboja, yang masyarakatnya banyak menikah muda. 

Berdasarkan statistik, rata-rata usia perempuan perkotaan yang menikah muda di indonesia berada di kisaran usia 16-19 tahun. Sementara di pedesaan pada kisaran 13-18 tahun. Miris yah! 

Dari angka di atas, BKKBN mencatat lebih dari 50 persen pasangan yang menikah muda berakhir di palu perceraian. 

Penelitian yang dilakukan dr Andrea Herbier, psikolog The Inside Compass di Amerika Serikat menjelaskan berbagai penyesalan terbesar dari pasangan yang menikah muda. 

Pernikahan berakhir ketika sudah bosan dengan seks

Kebanyakan anak muda melakukan pernikahan dini karena seks, dan ketika bosan mereka menyesal telah melakukan pernikahan muda. Pernikahan bukan hubungan yang dilandasi oleh seks semata. Melainkan komitmen kuat untuk hidup selamanya dengan pasangan. Jadi ketika gairah seks memudar, pasangan tetap dapat saling melengkapi karena adanya kebutuhan untuk bersama. 

Kehilangan pergaulan dan dunia luar 

Masa remaja adalah sebuah momen untuk memperluas pergaulan. Berkawan dan bermain dengan siapapun. Pernikahan mengakibatkan remaja kehilangan momen tersebut dan merasa ada dunia yang hilang. Dengan perasaan tersebut, banyak remaja yang menyalahkan pernikahan, dan memutuskan untuk bercerai. 

Kehilangan kebebasan 

Bagi sebagian remaja, pernikahan muda dianggap sebagai penjara. Karena tanggung jawab, mereka seolah kehilangan kebebasan. Terbatas bergaul, tidak bisa keluyuran seenaknya lagi, dan harus pulang ke rumah meski belum larut. 

Tanggung jawab terlalu berat 

Menikah bukanlah sekadar soal seks. Tapi ada tanggung jawab yang sangat besar untuk dapat memastikan keberlangsungan rumah tangga, seperti tanggung jawab finansial.

Melewatkan masa untuk berkencan dengan orang lain 

Mayoritas remaja akan menghabiskan waktunya untuk berkencan dengan orang yang baru mereka temui. Tapi karena menikah, mereka akan melewatkan momen ini. Akibatnya karena penasaran, maka mereka memilih untuk berselingkuh dari pasangannya. 

Perempuan sering jadi korban pernikahan dini

Pernikahan dini seringkali menjadikan wanita sebagai korbannya. Inilah dampak pernikahan dini terhadap wanita: 

KDRT

Perempuan yang menikah muda rentan mengalami kekerasan fisik dalam rumah tangga. Hal ini berisiko membuat perempuan mengalami trauma dan kesehatan mental. 

Depresi

Perempuan yang menikah muda tanpa persiapan matang juga sangat rentan mengalami depresi. Bahkan secara fisik, perempuan di bawah 18 tahun yang menikah juga rentang terkena diabetes, stroke, kanker dan penyakit jantung. 

Komplikasi Kehamilan

Sebetulnya, tubuh wanita di bawah 20 tahun belum siap untuk hamil. Sehingga hal itu membahayakan bagi ibu dan janin, karena rentan mengalami perdarahan, janin meninggal dalam kandungan, dan kematian ibu. 

Pernikahan itu sesuatu yang baik, tapi harus memiliki kesiapan mental dan pikiran, agar terhindar dari masalah-masalah yang sudah dijabarkan di atas. So, berpikir matang dan bijaklah sebelum memutuskan untuk menikah, apalagi bila pernikahan dini. Jangan sampai menyesal yah!  

About the author
It's me
Family Perceraian Selebriti

Related

Login for comment

There are no comments yet.

Be the first to comment here.