Tenang! Ini Dia Cara Biar Enggak Baper Pas Ditanya Kapan Nikah

Tenang! Ini dia Cara Biar Enggak Baper Pas Ditanya Kapan Nikah

Bulan suci Ramadhan merupakan waktu yang biasanya digunakan untuk lebih menjalin silaturahmi. Adanya acara buka bersama dengan teman main, teman kantor hingga keluarga besar merupakan salah satu kegiatan untuk tetap bersilaturahmi. 

Sayangnya, acara-acara ini menjadi kurang asik bagi sebagian orang karena ungkapan basa-basi yang terkadang menyakitkan hati. Salah satunya adalah pertanyaan kapan nikah. Well, pertanyaan ini emang terdengar biasa saja tapi kalau ditanyakan terus menerus cukup membuat telinga panas apalagi buat kamu yang sudah menginjak umur 25 tahun ke atas.

Baca juga: 4 Tips Menghadiri Pernikahan Mantan

Trik agar kamu nggak gampang baper saat ditanya soal nikah

Nggak perlu baper alias terbawa perasaan dengan pertanyaan tersebut meski perasaan dongkol ada pada dirimu. Kamu perlu simak beberapa cara untuk menghadapi pertanyaan “kapan nikah?” biar kamu enggak baper. Cus! 

  1. Cari support system  

Kamu bisa jadi akan terpojok dengan pertanyaan “kapan nikah?” nah, kamu perlu cari seseorang atau beberapa anggota keluarga yang siap membantumu dan mendukungmu ketika kamu diberi pertanyaan tentang nikah. Pastikan mereka memiliki visi dan misi yang sama denganmu sehingga mereka bisa meyakinkan keluarga bahwa melajang bukan sebuah masalah besar. 

  1. Jawab dan berikan alasan 

Sesekali kamu bisa jawab dengan jawaban yang bijak seperti, “Aku akan bertemu dengan jodohku di saat yang tepat kok” atau “Rumah tangga itu diharapkan sekali seumur hidup dan bertahan hingga maut memisahkan, jadi aku enggak mau salah pilih.” Kamu juga bisa berikan alasanmu yang serius seperti kamu masih ingin menyelesaikan studi lanjutan atau karir yang sedang dibangun sehingga kamu masih fokus pada hal-hal itu. Jika mereka masih mengusikmu, ungkapkan jika mereka tidak perlu mengganggu masalah pribadimu. 

  1. Ajukan pertanyaan balik 

Mungkin dengan menjawab secara serius, mereka akan memberikan masukan bahkan nasihat dan topik melebar. Kamu bisa ajukan pertanyaan balik yang memantik opini mereka mengenai pernikahan. Diharapkan dengan pertanyaan balik, mereka tidak mencampuri urusanmu malah mereka akan bercerita tentang dirinya. 

Eits, pertanyaan balik ini bisa kamu langsung gunakan sebagai jawaban, ya. Jika kamu ditanya, “kapan nikah?” kamu bisa langsung bertanya, “kamu kapan mau tambah momongan?” atau jika yang memberikan pertanyaan masih lajang putar pertanyaan balik, “Kalau kamu kapan nih?” bisa juga “Memang kamu udah ada pasangan?” 

Topik tentang menikah dijamin akan berhenti. 

  1. Jawab dengan candaan 

Kumpul-kumpul dengan dihadiri banyak orang terkadang tidak memungkinkan untuk menjelaskan dengans serius alasanmu untuk menunda pernikahan atau tetap melajang. Pertanyaan “Kapan nikah?” bisa jadi benar-benar sebuah basa-basi yang tidak perlu ditanggapi secara serius. Oleh karena itu jawab saja dengan candaan. Kamu bisa bilang seperti, “kalau enggak Sabtu mungkin Minggu, deh.” atau “Besok ya kalau enggak hujan.” Bisa juga seperti, “hilalnya belum nampak, nih.” 

  1. Abaikan dengan senyuman 

Kamu bisa kok hanya memberikan senyuman atau tertawa kecil sebagai jawaban atas pertanyaan, “kapan nikah?” Hal ini karena enggak semua pertanyaan itu memiliki jawaban. Masing-masing berhak memilih untuk memberikan segala bentuk respon. Jika kamu benar-benar terganggu dengan pertanyaan ini, kamu enggak perlu kok mencari-cari jawaban. Kamu cukup tersenyum atau tertawa kecil sebagai tanggapanmu. 

Baca juga: Wajib Tanya! 10 Pertanyaan untuk Pasangan Sebelum Menikah

Apakah sudah siap dengan pertanyaan kapan nikah yang siap ditujukan padamu di acara keluarga? Cara nomor berapa yang bakal kamu pilih? 

Belajardaricinta.id bertujuan untuk menjadi tempat untuk curhat, berbagi tulisan dan kisah yang membangun, dan memberikan perspektif baru bagi pembacanya, sehingga diharapkan bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Kami percaya bahwa curhat dapat memberikan rasa tenang, tidak sendirian dan mencegah membuat kondisi menjadi lebih buruk. 

Yuk ikut berbagi ceritamu di sini dengan mendaftar di Writing Therapy.

About the author
Pernikahan menikah pernikahan

Related

Login for comment

There are no comments yet.

Be the first to comment here.