Ghosting, Akhir Hubungan yang Menyakitkan

Ghosting, Akhir Hubungan yang Menyakitkan

"Ghosting" adalah istilah yang diciptakan oleh masyarakat umum untuk menggambarkan bagaimana beberapa orang dalam hubungan memutuskan bahwa mereka tidak lagi tertarik dan tiba-tiba berhenti berkomunikasi. 

Sungguh memilukan ketika pasangan kamu tiba-tiba menghilang tanpa peringatan atau penjelasan apa pun, tetapi mungkin ada faktor lain yang berperan di sini selain hanya minat mereka yang berkurang seiring waktu.

Kadang-kadang orang terlalu sibuk dengan kehidupan mereka sendiri sehingga menjadi sulit untuk menjaga beberapa jenis komunikasi meskipun kedua belah pihak masih tertarik satu sama lain pada waktu-waktu tertentu. Seseorang mungkin memilih untuk melakukan “ghosting” untuk menghindari konfrontasi dan perpisahan. 

Padahal melihat mudahnya komunikasi saat ini, seharusnya tidak sulit untuk seseorang tetap berhubungan melalui messaging apps, atau media sosial. Ini malah yang semakin membuat frustasi. Jalur komunikasi mudah, tapi dia malah memilih untuk menghilang begitu saja, bukannya memberikan kejelasan dan penjelasan kalau memang ingin mengakhiri hubungan. 

Berikut ini sejumlah hal jangan kamu lakukan untuk move on dari dia yang ghosting kamu:

Jangan hubungi dia


Seseorang yang melakukan tindakan “ghosting” tidak punya kemampuan berkomunikasi yang baik dan tidak berniat untuk memberikan ketenangan bagi kamu. Kalau kamu sudah berusaha menghubungi tetapi masih belum mendapat balasan, maka saatnya untuk berhenti berusaha. 

Jangan berharap dengan menghubunginya, kamu akan dapat kejelasan. Yang ada, kamu malah akan makin frustasi kalau semakin banyak pesan kamu yang tidak dibalas.

Jangan overthink dan menyalahkan diri

Kamu mungkin berpikir “apa aku ada salah bicara?” atau “apa dia kurang menyukaiku?” - hindari pemikiran menyalahkan diri kamu, mencari sebab tindakannya. Dia yang memilih untuk menghilang dan tidak menyelesaikan hubungan dengan jelas dan baik. Kalau kamu memang sudah membuka jalur komunikasi dengan baik dan dia tiba-tiba menghilang, ini bukan salah kamu. 

Jangan curhat di social media

Puas memang rasanya posting sesuatu di social media; sebagian kecil dari kamu mungkin berharap dia membaca postingan kamu. Tindakan yang sangat tidak dianjurkan. Selain cuma memberikan kamu kepuasan sementara, kamu justru menjadi terlihat cari perhatian dan over dramatic.

Jangan menyimpan dendam

Ingat, seseorang yang melakukan ‘ghosting’ belum tentu semuanya memang berniat berbuat jahat kepada kamu. Terkadang mereka hanya terlalu sibuk dengan dirinya, atau cuma ingin menghindari konfrontasi. Masalah terbesar mereka adalah kemampuan untuk berkomunikasi dan memahami perasaan orang lain. 

Supaya bisa move on, lakukan ini:

Fokus pada diri sendiri


Tidak ada salahnya melakukan relaksasi dan menghibur diri untuk menenangkan mental kamu. Bukan tidak mungkin, rasa sakit hati dapat mempengaruhi kondisi fisik kamu. Karena itu, lebih baik menghabiskan waktu dan tenaga untuk kesehatan kamu sendiri. Ingat, tubuh dan pikiran kita saling membutuhkan. Kondisi mental dan fisik kamu perlu dijaga dengan baik. 

Buka diri untuk kesempatan baru

Ketika satu pintu tertutup maka pintu lain akan terbuka. Bisa jadi ini adalah jalan terbaik buat kamu. Siapa tau, kamu malah memang akan bertemu orang lain yang memang lebih cocok dan pantas untuk kamu.

Buat kamu yang pernah jadi korban ghosting, jangan terpuruk dalam kesedihan. Nah, buat kamu yang pernah jadi pelaku ghosting, ada baiknya kita memahami bahwa ini adalah tindakan yang dapat menyakiti perasaan orang lain. 

Komunikasi yang baik dan empati adalah hal penting dalam menjalin dan membina hubungan dengan orang lain. Karena itu, yuk sama-sama kita berantas ‘hantu-hantu’ cinta ini.

About the author
It's me
Move On Ghosting

Related

Login for comment

There are no comments yet.

Be the first to comment here.