4-halangan-yang-bakal-kamu-hadapi-dalam-cinta-beda-agama

4 Halangan yang Bakal Kamu Hadapi dalam Cinta Beda Agama

Menjalin hubungan cinta beda agama itu ibarat kejebak pasir isap. Makin dilawan, makin terisap sempurna. Kebayang enggak? 

Enggak ya?

Ya udah hmm, kayak kita nyemplungin kaki di air laut yang warnanya indah banget. Awalnya cuma nyemplungin kaki aja eh lama-lama kebawa arus sampai ke tengah. Pacaran beda agama ya seperti itu rasanya.

Mau putus juga rasanya enggak mungkin karena sayang banget. Enggak ada orang lain yang sekompatibel itu antara kamu dan dia. Satu-satunya ke-enggak-kompatibelan hanya dari cara kalian memanggil nama Tuhan.

Baca juga: Cinta beda agama, bagaimana menjalaninya dan apa konsekuensinya?

Tapi sisanya? Astaga…dia itu kayak kembaran kamu versi jenis kelamin yang berbeda.

Untuk bisa menjalani hubungan macam ini, kamu dan dia harus punya mental baja bukan kualitas lokal. Banyaak banget yang harus kalian lawan. 



Pertama, tentunya orangtua. Dalam Islam itu disebutkan jika nanti orangtua meninggal maka salah satu yang menyelamatkannya dari siksa kubur adalah doa dari anak soleh. Maka dari itu bagaimana bisa soleh jika pasangan si anak adalah seseorang yang tidak menyakini Ashadu Alla ilaha illallah wa ayshadu Anna Muhammadarrasulullah ?

Agama Katolik, Protestan, Budha, dan Hindu punya keyakinan yang kurang lebih juga mewajibkan hambanya punya keyakinan Tuhan merekalah yang benar. Nah, bagaimana jika pasangan kamu tidak meyakini Tuhannya mereka? Ribet bin belibet, Kak!

Kedua, keluarga besar. Okelah jika orangtua kamu akhirnya ngalah dan membiarkan kalian menikah. Apakah masalah kelar? Tidak demikian, Alfonso!

Keluarga besar selalu punya segudang nyinyiran yang bikin kalian enggak nyaman. Termasuk mengeluarkan ayat dari masing-masing agama. Jika ini enggak berhasil, mereka membuat kalian enggak nyaman saat kumpul keluarga. 

Eh tapi ada lho sampai ada kasus keluarga besar resek banget sampai bawa perempuan/lelaki lain untuk dikenalin ke pasangan kamu. Tujuannya agar si PIL atau WIL ini jadi pemisah antara kalian. 

Brengseknya kadang ‘perjodohan’ ini dilakukan jelas-jelas di depan mata kalian. Ya kayak kalian pot taneman yang enggak ada nilainya gitu deh. Jadi ya ada syukurnya juga lagi masa pandemi karena enggak ketemu cangkemnya mereka, heheh!

Ketiga, negara. Yes, Kak negara ini belum melancarkan pernikahan beda agama. Caranya? Dengan kelengkapan berkas yang berisi hanya untuk satu keyakinan yang sama untuk setiap pasangan.

Coba deh kalo kamu nikah nanti akan ada surat-surat yang dikeluarkan. Kalo kamu nikahnya beda agama, surat dari KUA enggak akan dikeluarkan. Hanya ada surat dari Catatan Sipil aja.

Baca juga: Kapan waktu yang tepat menyatakan cinta ke gebetan?

Nah ini nanti ngaruh banget ke berbagai hal keperluan kalian. Kayak pengajuan KPR ke bank hingga nyekolahin anak. Ribetnya warbiasyak, Kak…

Apabila semua halangan itu sudah kalian hadapi, maka kita sampai ke halangan keempat. Inilah halangan terbesar di antara semuanya: kalian sendiri. 

Sastrawan Seno Gumira Ajidarma pernah menuliskan kalimat ini,”Kurelakan cinta yang tidak abadi seperti mimpi. Biarlah segalanya berlalu dan selalu berlalu seperti peristiwa apa pun yang akan selalu berlalu.”

Kebaca ‘kan maknanya? Hubungan kalian jadi mimpi yang tidak abadi. Alias bubar! 

Yang bikin bubar hubungan itu adalah kalian sendiri karena tiba-tiba di tengah jalan sadar kalo dia enggak layak diperjuangkan. Atau kamu udah enggak kuat lagi sama tekanan keluarga dan masyarakat yang nuntut putus/cerai.

Saya pernah lihat pasangan kayak gini. Awalnya mereka tangguh banget ngehadapin keluarga cowoknya yang berdarah Batak. Bahkan cowoknya rela pindah agama dan nikah tanpa dihadiri keluarga besar. 

Namun, ketika menjadi suami barulah dia sadar bahwa istri yang ia perjuangkan tidaklah layak. Bukan salah istrinya ya karena si istri enggak selingkuh atau semacamnya. Tapi memang si pria enggak kuat ‘dibuang’ sama keluarganya dan ‘hanya’ ditukar dengan seorang perempuan (baca: istri).

Ia bahkan sering colong-colongan mengunjungi Ibunya. Di sinilah ternyata disisipin ‘pesan-pesan sponsor’ hingga akhirnya dia pilih keluarga besar dibanding istri. 

Baca juga: Benarkah alasan pria jatuh cinta pada wanita karena seks doang?

Lalu ada juga kasus berbeda di mana keluarga si istri sampai ngasih jampi-jampi. Bukan jampi dengan jelangkung ya, Kak tapi dengan semacam tulisan beraksara kuno yang ditaro di bawah kasur si pasangan. Semua dengan tujuan agar mereka berpisah dan berhasil.

Saya enggak bilang kalian bakal dibuang oleh keluarga dan dijampi-jampi ipar resek. Taaaapi seenggaknya itulah sedikit gambaran halangan kalian kelak. Enggak sedikit dan enggak enak. 

Udah denger begini, masih mau menjalani cinta beda agama?

Tips menjalani cinta beda agama

Oke kalau kalian tetap ingin menjalani cinta beda agama, mungkin kalian bisa lakukan beberapa tips di bawah ini. 

Menyadari adanya perbedaan 

Dari penjelasan di atas, kamu dan pasangan berarti harus siap menanggung berbagai risiko. So, diskusikanlah tentang perbedaan yang ada. Yang terpenting adalah tentang restu orangtua. Enggak cuma itu kalian juga harus menghargai keyakinan yang berbeda. Jangan memaksakan perbedaan yah. 

Pahami perbedaan tersebut 

Menjalani hubungan beda agama artinya kalian harus paham dan mengerti kegiatan atau rutinitas masing-masing. Mungkin kalian juga bisa mendalami atau sekadar mencari informasi tentang agama pasangan kalian. Ini berguna juga untuk bisa memahami sikap dan pribadi masing-masing. 

Terlibat dalam kegiatan agama pasangan

Terlibat di sini bukan berarti pindah keyakinan yah. Terlibat di sini misalnya kamu mengantarkan pasangan kamu ke tempat dia beribah, seperti misalnya ke masjid atau ke gereja. Atau juga kamu bisa ikut serta dalam kegiatan hari raya agama pasangan kamu. Misalnya saat Lebaran kamu ikut mengucapkan selamat Lebaran dan berkunjung ke rumah pasangan kamu. Atau saat Natalan, kamu juga melakukan hal yang sama. Hal ini berguna agar kamu bisa dekat juga dengan keluarga pasangan kamu. 

Tidak memaksa mengubah keyakinan 

Jangan pernah mencoba apalagi memaksakan pasangan untuk mengubah keyakinannya. Karena hal ini sangat fatal, bisa menimbulkan konflik yang besar. Tidak cuma konflik antara kamu dan pasangan saja. Upaya ini bisa membuat kamu terlibat konflik dengan keluarga pasangan kamu. 

Tetap diskusikan masa depan 

Kamu yang sudah kadung serius harus juga mendiskusikan masa depan kamu dengan dia. Bila terlanjur ingin menikah, kamu harus mendiskusikan berbagai hal. Seperti bagaimana cara menghadapi dan menjelaskan kepada orang tua. Atau juga bagaimana dengan rencana menikah, karena seperti diketahui di Indonesia pernikahan beda agama sangat sulit untuk dilakukan. 

Pun saat kalian sudah memiliki anak kelak, kalian juga harus mendiskusikan tentang agama yang akan dianut oleh anak kalian.  Diskusi seperti ini sangat penting sebagai rencana masa depan, agar terhindar dari konflik yang sewaktu-waktu akan terjadi. Dengan adanya rencana seperti ini, kalian akan memiliki jalan keluar atau solusi saat menghadapi masalah. 

Itulah sejumlah cara bagi kalian yang sedang menjalani cinta beda agama. Setiap keputusan dan tindakan sudah pasti memiliki risiko, termasuk pula hubungan beda agama. Yang pasti kalau kamu menjalani hubungan ini, kamu dan pasangan harus paham dengan risiko yang akan kalian hadapi.  

About the author
cinta beda agama

Related

Login for comment

There are no comments yet.

Be the first to comment here.