Jenis-perilaku-di-toxic-relationship-yang-harus-kamu-tahu

Jenis Perilaku di Toxic Relationship yang Harus Kamu Tahu

It takes two to tango, dalam toxic relationship kita nggak bisa menyalahkan pasangan kita yang membuat hubungan tersebut tak sehat, lho. Respon kita terhadap perilaku yang tak sehat dari pasangan juga berkontribusi besar untuk melanggengkan relasi toxic tersebut. Bukan berarti menyalahkan diri, tapi sebaliknya. Langkah introspeksi untuk dengan bertanya pada diri: kenapa ya aku mau diperlakukan seperti ini oleh pacarku? bisa jadi awal yang baik untuk memulai mengenal diri dan mencari jalan untuk keluar dari toxic relationship.

Tapi sebelumnya, kita juga harus tahu nih macam-macam perilaku toxic yang ada di sebuah hubungan dengan lebih detail. Berikut ada 3 macam perilaku toxic yang harus kamu cermati:

Baca juga: Toxic Relationship, Dimaki, Dikasari, Harus Pergi atau Bertahan?

Deprecator - Belittler

Pasangan kamu sering meremehkan atau mengolok-ngolok kamu. Ketika kamu berusaha untuk menyampaikan ide, opini, atau perasaan kamu dia akan meremehkannya dan menganggap kamu berlebihan, konyol, bahkan bodoh.

Nggak cuma di depan kamu, dia juga nggak merasa bersalah untuk meremehkan kamu di depan umum dan di depan orang-orang terdekat seperti teman atau keluarga. 

Biasanya tipe orang seperti ini akan berlindung di balik “aku cuma bercanda” atau “jangan lebay deh” ketika dikonfrontasi. 

Selain itu, tipe pasangan seperti ini biasanya juga sering bilang kalau kita beruntung punya pacar seperti mereka karena nggak akan ada yang bisa menoleransi kita sebagai pasangan selain dia. Intinya, pasangan seperti ini akan terus menginjak harga dirimu biar mereka bisa mempunyai kendali mutlak atas hubungan.

Baca juga: Apa Sih yang Bikin Orang Jadi Toxic?

The “Bad Temper” Toxic Partner

Seringkali kamu bakal mengalah ketika sedang adu argumen dengan pacar atau pasangan karena mereka bisa marah besar dan kehilangan kontrol emosinya. Setelah marah-marah, biasanya pasangan toxic yang satu ini bakal menyalahkan kamu atas emosi mereka yang meledak-ledak dan memberikan silent treatment ke kamu setelahnya.

Kalau kamu sedang berada dalam hubungan dengan orang yang seperti ini, nggak jarang ada perasaan risau dan selalu waspada setiap kali berkomunikasi dengan pasangan karena kita nggak pernah tahu apa yang bisa membuat mereka marah. Padahal, perasaan untuk terus waspada itu bisa merusak kesehatan emosional dan fisik.

Perlu dicatat juga, kalau tipe pasangan yang kasar secara emosional ini jarang menunjukkan sisi ini kepada dunia luar. Di luar perilakunya bisa jadi sangat manis dan membuat orang di sekitar nggak akan berpikiran kalau dia sangat emosional. 

The Over-Dependent Partner

Salah satu perilaku toxic yang sering nggak disadari adalah ketika pasangan sangat pasif sehingga kamu harus membuat sebagian besar keputusan untuk mereka. Mulai dari hal kecil seperti tempat nge-date, film yang mau ditonton, hingga keputusan-keputusan besar mereka bakal bergantung ke kamu untuk membuat keputusan.

Perilaku ini termasuk toxic karena kamu dibebani dengan tanggung jawab besar yang menyangkut hidup orang lain. Belum lagi ketika keputusanmu dianggap salah dan tak berjalan sesuai rencana, mereka akan menyalahkanmu. Perilaku pasif agresif seperti ngambek, tidak ngomong berhari-hari denganmu, sering menjadi hukuman yang mereka berikan ke kamu.

Baca juga: Tanda Kamu Dikelilingi Orang-orang Toxic

Toxic relationship bisa membuat orang menjadi stres dan depresi. Untuk melawan depresi, kamu bisa melakukannya dengan terapi menulis. Terapi menulis adalah salah satu metode yang sangat mudah dan efektif untuk memulihkan depresi. 

Di terapi ini, kamu bisa bercerita atau menuliskan berbagai hal. Seperti diary, jurnal pribadi, puisi, cerpen atau bahkan novel. 

Buat kamu yang ingin mencoba terapi menulis, belajardaricinta punya nih program terapi menulis. Kamu bisa mencobanya di sini yah

Penulis: Ardy Pratama

About the author
toxic toxic relationship

Related

Login for comment

There are no comments yet.

Be the first to comment here.