Love At First Sight: Nafsu Atau Cinta?

Love at First Sight: Nafsu atau Cinta?

“Ngelihat dia dari jauh terus disenyumin balik, rasanya… langsung mikir besok nikahan besok pakai adat apa gak sih?” 

Secara tersirat meme tersebut menunjukkan bahwa si narator sedang dalam fase ‘jatuh cinta pada pandangan pertama.’ Dia pun membayangkan masa depan dirinya dengan orang yang ia sukai. Cinta pada pandangan pertama merupakan perasaan romantis yang tiba-tiba muncul terhadap seseorang untuk pertama kali atau yang baru saja ia temui. 

Baca juga: Alasan Cewek Balikan Sama Mantan Pacar, Ketahuan Deh!

Kok bisa sih ada love at first sight? 

Dr. Helen Fisher, seorang antropolog, bilang kalau sistem otak kita memiliki suatu ruang yang bekerja ketika seseorang jatuh cinta. Jadi, ketika kita merasakan getaran saat memandang seseorang, itu berarti otak kita sedang mengirimkan sinyal untuk menumbuhkan rasa sayang kepada orang tersebut secara perlahan. Selain itu, reaksi kimia pada otak seperti diproduksinya dopamin dan serotonin membuat kita merasakan ketertarikan pada orang tersebut.

Dengan penjelasan tersebut, cinta pandangan pertama bisa dibilang penuh nafsu. Kenapa bisa begitu?

  1. Melihat kerupawanan 

Zsok pernah mengadakan survey dengan responden 400 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Beberapa bilang kalau mereka tertarik secara instan saat melihat seseorang yang rupawan. Menariknya, ketertarikan ini meninggalkan bekas yang cukup jelas pada ingatan mereka. 

  1. Melibatkan gairah

Teori cinta yang diperkenalkan oleh Robert Sternberg, seorang psikolog Amerika, menyatakan kalau kita akan memiliki cinta sejati jika kita punya 3 komponen. Komponen tersebut adalah intimacy yang berkaitan dengan kedekatan dengan pasangan, passion yang berkaitan dengan ketertarikan secara fisik dan kepribadian terhadap pasangan, dan commitment yang berkaitan dengan kepercayaan yang dibangun pada hubungan. 

Nah, ketika seseorang merasakan cinta pada pandangan pertama, komponen terkuatnya hanya passion atau gairah. Ini karena mereka tertarik pada paras atau kepribadian dari orang tersebut. Ini juga yang menyebabkan kita memiliki perasaan bergelora saat melihatnya atau sedang dekat dengannya. 

  1. Terpengaruh oleh ilusi 

Cinta pada pandangan pertama bisa juga karena tertarik setelah berada di dekatnya terus menerus. Jadi, ini menciptakan ilusi kalau kamu jatuh cinta pada pandangan pertama. Padahal perasaan ini muncul karena kalian sering menghabiskan waktu berdua sehingga cinta itu tumbuh karena terbiasa.

Meski banyak informasi berdasar penelitian yang bilang kalau nafsu itu yang membawa seseorang jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi ini tidak mematahkan kalau cinta pada pandangan pertama bukan cinta sejati. Banyak kok mereka-mereka di luar sana merasakan jatuh cinta pada pandangan dan ternyata saling jodoh. Eits, itu juga karena usaha mereka untuk mencoba dekat dengannya, ya. 

Baca juga: Arti Tatapan Mata Laki-laki yang Harus Perempuan Tahu

Belajardaricinta.id bertujuan untuk menjadi tempat untuk curhat, berbagi tulisan dan kisah yang membangun, dan memberikan perspektif baru bagi pembacanya, sehingga diharapkan bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Kami percaya bahwa curhat dapat memberikan rasa tenang, tidak sendirian dan mencegah membuat kondisi menjadi lebih buruk. 

Yuk ikut berbagi ceritamu di sini dengan mendaftar di Writing Therapy.

About the author
cinta love

Related

Login for comment

There are no comments yet.

Be the first to comment here.