Penyebab-utama-selingkuh-yang-tidak-disadari-pelakunya

Penyebab Utama Selingkuh yang Tidak Disadari Pelakunya

Hubungan kadang tak selamanya akan berjalan mulus, banyak kasus hubungan retak disebabkan oleh perselingkuhan. Lantas apa sih sebetulnya penyebab utama selingkuh

Mengetahui kalau pasangan selingkuh memang sangat menyakitkan hati. Hal ini tak jarang membuat hubungan rusak dan berakhir, karena memang perselingkuhan sangat sulit diobati. 

Baca juga: Tanda Suami Selingkuh Online, Hati-hati Lagi Marak Nih Selingkuh Online

Berdasarkan data, banyak pria berselingkuh disebabkan karena godaan dari wanita yang lebih cantik dan seksi daripada pasangannya. Sementara wanita, kebanyakan berselingkuh dari pasangannya karena adanya godaan dari pria yang lebih mapan secara ekonomi. 

Tetapi, bukan hanya itu saja penyebab utama selingkuh. Masih ada sejumlah hal yang menjadi pemicu perselingkuhan. 

Kurang kedekatan dengan pasangan 

Semakin lama berhubungan dengan pasangan dapat menimbulkan rasa jenuh dan bosan. Sayangnya hal tersebut dianggap sebagai kondisi yang biasa saja. 

Padahal bila dibiarkan, rasa jenuh dan bosan bisa membuat pasangan menjadi cuek dan dingin satu sama lain. Komunikasi pun menjadi buruk dan tak lagi ada kedekatan emosional antara pasangan. 

Ujungnya, pasangan pun menjadi tidak lagi saling menghargai, saling kompromi. Pasangan lebih mementingkan egonya sendiri, tak lagi mementingkan kebersamaan. 

Dilansir dari Psych Central, pada tahun 1994 penelitian yang dilakukan oleh Edward Laumann menemukan bahwa 20 persen wanita dan 31 persen pria berusia 40-50 tahun pernah berselingkuh dan terlibat hubungan seksual dengan orang lain. 

Selain itu diketahui pula bahwa sekitar 40 persen kasus perselingkuhan terjadi dalam pernikahan.  

Tidak dihargai 

Kurangnya kedekatan antara pasangan juga akan menimbulkan sikap abai tidak tidak menghargai satu sama lain. 

Padahal, hubungan yang baik akan terjadi jika pasangan saling memberikan perhatian dan saling menghargai. 

Karena tidak adanya perhatian tersebut, maka pasangan akan mencari orang lain yang bisa lebih memperhatikan dan menghargainya. 

Kurangnya komitmen 

Hubungan yang baik adalah yang berlandaskan komitmen. Komitmen dalam sebuah hubungan adalah rela mendedikasikan diri, waktu dan cintanya kepada pasangan dalam jangka waktu yang lama. 

Tetapi menjaga komitmen ini tidaklah mudah. Apalagi karena hubungan yang sudah cukup lama terjalin, pasangan terkadang melupakan komitmen yang telah dibangun bersama. 

Cara membangun komitmen: 

1. Menerima kekurangan pasangan

2. Menjadi partner untuk pasangan

3. Menjadi pendengar yang baik untuk pasangan

4. Bersikap terbuka

5. Saling menemani dan menghargai

Komitmen sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan bersama dalam sebuah hubungan. Hal ini yang akan menjadi kunci untuk dapat mempertahankan sebuah hubungan.   

Adanya hasrat hubungan seksual dengan bukan pasangan

Sebagian besar orang yang berselingkuh mengaku mencari keintiman fisik dengan orang lain, selain pasangan. Hal ini bisa terjadi karena adanya nafsu seksual. 

Nafsu seksual cenderung tidak akan berlangsung lama. Hal ini bisa memudar bila kedekatan dengan pasangan kembali terjadi. 

Selain itu, nafsu seksual pelaku perselingkuhan juga bisa pudar jika mereka tidak menemukan kedekatan emosional selain seks. 

Dengan kata lain, ketika seks dirasa sudah membosankan, mereka akan meninggalkan pasangan perselingkuhannya. 

Tidak lagi berhubungan seks dengan pasangan 

Penelitian yang dilakukan Susan Berkowitz terhadap pelaku selingkuh diketahui bahwa perselingkuhan marak terjadi akibat pasangan tidak lagi berhubungan seksual. Sebanyak 44 persen responden mengaku marah karena merasa tidak dihargai dan dianggap tidak penting dalam rumah tangga, sehingga tak lagi berhubungan seks dengan pasangan. 

Marah dan dendam 

Cekcok dalam sebuah hubungan sebetulnya hal yang biasa terjadi. Namun cekcok harus mampu diselesaikan dengan baik. Jika tidak, salah satu pasangan bisa memendam amarah dan dendam. 

Hal ini bisa membuat salah satu pasangan bertindak ingin menyakiti pasangannya. Salah satunya dengan perbuatan selingkuh. 

Dengan berselingkuh, mereka bisa seperti meraih kemenangan atas amarah kepada pasangan.  

Baca juga: Apakah Pernikahan Bisa Lanjut dan Bahagia Setelah Selingkuh

Benarkah selingkuh merupakan sebuah penyakit? 

Sejumlah ahli psikologi menyebut bahwa selingkuh adalah perilaku yang rumit karena dipengaruhi oleh banyak alasan. 

Penelitian telah mengkonfirmasi bahwa selingkuh juga terjadi akibat faktor genetika. Dikutip dari ABCNews, pada dasarnya manusia lahir dengan membawa gen selingkuh. Tapi tidak berarti setiap manusia akan berselingkuh. Karena yang mempengaruhi orang berselingkuh berdasarkan dari varian dan ukuran gen tersebut. 

Gen selingkuh juga tidak bisa bekerja sendiri untuk mendorong perilaku selingkuh. Gen ini baru akan bekerja efektif bila adanya pengaruh lain seperti pergaulan, ekonomi, dan psikis. 

Dari penjelasan di atas selingkuh bisa dikatakan sebagai penyakit, karena termasuk pada masalah psikologis. Apalagi, selingkuh juga bisa berulang dan membuat pelakunya seperti kecanduan. 

Kecanduan selingkuh pun cukup sulit diobati sehingga membutuhkan bantuan ahli untuk bisa sembuh. 

Selain pengaruh gen, pelaku perselingkuhan juga memiliki gangguan kepribadian yang tidak disadari. 

1 Gangguan Kepribadian Narsistik 

Orang dengan kepribadian narsistik selalu merasa ada yang kurang dengan pasangannya. Mereka juga membutuhkan perhatian lebih dari orang lain. Mereka suka memanfaatkan orang lain dan cenderung tidak memikirkan perasaan orang lain. 

2. Gangguan Kepribadian Ambang

Orang dengan gangguan kepribadian ini cenderung tidak stabil dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Sewaktu-waktu bisa meninggalkan pasangan karena sebuah imajinasi. Orang dengan gangguan ini cenderung memiliki masalah dengan mood. Bisa sedih dan marah dalam hitungan jam. Sehingga memiliki masalah komitmen. 

3. Gangguan Kepribadian Histrionik 

Orang dengan gangguan ini selalu mementingkan diri sendiri, dramatis dan senang menjadi pusat perhatian orang. Mereka juga kerap menggoda orang lain secara seksual, karena umumnya selalu berpenampilan menarik. 

Baca juga: Cara mengetahui pasangan yang selingkuh di Whatsapp

Cara menghentikan keinginan selingkuh

Psikologis klinis Jay Kent-Ferraro mengatakan bahwa untuk menghentikan keinginan selingkuh, pelakunya harus tahu faktor apa saja yang membuat dirinya berselingkuh. 

Misal selingkuh terjadi akibat marah dengan pasangan, bisa diselesaikan dengan menyelesaikan masalah lewat komunikasi yang baik. Sehingga kedekatan emosional bisa kembali terjalin dengan pasangan dan hasrat berselingkuh bisa pudar. 

Namun demikian berbicara dengan pasangan bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika harus mengakui telah melakukan perselingkuhan. Untuk itu, pelaku selingkuh sebetulnya membutuhkan konseling psikologis dengan terapis. 

Cara ini sangat baik untuk menganalisis pola pikir pelaku perselingkuhan sehingga dapat diketahui cara untuk menghindarkan diri dari perselingkuhan. 

Tanpa bantuan profesional sebetulnya sangat sulit untuk pelaku perselingkuhan untuk bisa sembuh dah berubah. Karena itu, cara ini sangat efektif untuk bisa pulih dari kecanduan perselingkuhan. 

Itulah penjelasan tentang penyebab utama selingkuh. Selingkuh tidak hanya terjadi di era modern. Perselingkuhan merupakan fenomena di seluruh dunia yang berlangsung sejak zaman nenek moyang kita, seperti pada masa Yunani dan Romawi Kuno. 

Yang jelas untuk dapat terhindar dari perselingkuhan, pasangan harus bisa menjaga komitmen dan membangun komunikasi yang baik. Selain itu kompromi, saling menghargai dan menjadikan pasangan sebagai partner hidup adalah hal yang penting untuk terhindar dari perselingkuhan.   

Selingkuh juga cukup sulit disembuhkan. Bahkan pelakunya cenderung melakukan berkali-kali perselingkuhan yang disebabkan oleh kecanduan. Karena itu, semoga kita dijauhkan dari perilaku seperti ini untuk bisa hidup tentram bersama pasangan.

About the author
Selingkuh selingkuh

Related

Login for comment

There are no comments yet.

Be the first to comment here.