Tanda Pacar Kamu Bukan Calon Istri yang Baik

Ardi

Pernikahan adalah salah satu keputusan hidup terpenting dalam hidup manusia. Karena itu, kamu butuh pendamping yang tepat, yang menjadi pasangan hidup. 

Khusus pada pembahasan kali ini, belajardrcinta akan memberikan informasi khusus para pria. Yaitu informasi tentang tanda dia bukan calon istri yang baik. 

Pada saat awal ngedate atau pacaran, mungkin kita akan dibutakan dengan sikap dan sifat seseorang. Sehingga belum menyadari bahwa orang tersebut tepat untuk kita. 

Karena itu, penting sekali, bagi kalian yang serius, yang sudah memikirkan tentang pernikahan, tentang mencari calon istri yang baik. Sehingga tidak menyesal di kemudian hari. 

Lantas apa saja tanda dia bukan calon istri yang baik. Simak langsung yuk informasinya di bawah ini. 

Baca Juga: 

Memiliki masalah komitmen

Pernikahan adalah komitmen seumur hidup. Komitmen ini sebetulnya bisa dipelajari dari kehidupan seseorang. Seperti apakah dia sering berpindah pekerjaan, bahkan dalam hitungan bulan sudah pindah kerja. 

Apakah pertemanannya terus berubah setiap minggu?

Itu adalah contoh kecil orang yang memiliki masalah dengan komitmen. 

Berdasarkan survei di Amerika Serikat, ditemukan bahwa salah satu alasan terbesar adalah karena masalah komitmen (85 persen), diikuti akibat pertengkaran (61 persen). 

Karena itu, komitmen ini sangat penting dijadikan dasar bagi kamu yang saat ini sedang mencari pernikahan. 

Egois

Setiap komitmen jangka panjang membutuhkan kompromi dari kedua pasangan. Egois yang tinggi bisa menyebabkan masalah yang serius. 

Pernikahan yang baik adalah hubungan antara pasangan yang setara, mampu berkomunikasi secara baik, kompromi, toleransi dan saling menghormati. Tidak mementingkan diri sendiri, melainkan keluarga. 

Ratu pesta 

Ini berkaitan dengan masalah perilaku. Dia masih ingin bersenang-senang, dan belum siap untuk berubah menjadi sosok yang orang yang mampu mengurus keluarga.  Dia juga belum siap untuk berada di dalam kehidupan seseorang. 

Punya masalah kepercayaan 

Apakah dia selalu memeriksa kamu dimanapun berada? Dengan siapa kamu pergi? Selalu menuduh kamu berbohong meski sudah memberikan keterangan yang jujur? 

Hubungan yang langgeng dan sehat sangat terkait dengan keperucayaan. Jika tidak saling percaya hubungan hanya akan menuju kehancuran. Tinggal masalah waktu. 

Rasa tidak percaya juga tidak akan berubah meski telah menikah.

Sebuah survei yang dilakukan OnePoll menemukan bahwa 10 persen yang menikah tidak mempercayai suami mereka. Sebanyak 9 persen di antaranya bahkan memata-matai akun sosial dan email suami mereka. 

Dia selalu benar

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang setara. Bukan yang salah satunya sangat mendominasi, apalagi jika mengklaim bahwa dirinya selalu benar. 

Saat pernikahan, keputusan harus diambil bersama. Jadi tidak hanya satu pihak yang dapat memutuskan suatu kondisi. 

Jadi bila saat pacaran kamu selalu salah dan dia selalu benar, maka hubungan kalian tidak sehat.

Membuat kamu merasa buruk 

Pasangan kamu bukanlah orang yang sempurna. Dia bisa bahkan kerap melakukan kesalahan. Tapi pada akhirnya, dia yang akan menjadi pendukung kamu. Bakan dia adalah sistem pendukung terkuat dalam hidup kamu. 

Dia akan terus mendukung kamu, ketika rasanya seluruh dunia menentang kamu. Karena itulah kamu merasa terlindungi, dihargai, diperhatikan dan dicintai. 

Tapi, jika calon istri kamu berlaku sebaliknya. Tidak mendukung kamu, selalu menyalahkan kamu, bahkan berkata buruk di depan banyak orang, hmmm ada yang salah dengan hubungan kalian. 

Baca juga: 

Apa yang harus dilakukan kalau calon istri seperti di atas? 

Komunikasi

Kamu harus berani berkomunikasi dengannya. Tanyakan semua pertanyaan yang selama ini kamu pendam. Tanyakan juga kepada dia bagaimana perasaannya tentang kamu dan hubungan ini. 

Berani tegas

 

Katakan secara baik-baik namun tegas, kalau kamu tidak nyaman dengan sikap dan tindakannya. Tanyakan juga apa keinginannya dalam hubungan ini.  

Minta Alasan

Cari tahu apa alasan dia seperti itu. Cari jalan keluarnya. Kamu dan dia harus menemukan solusi, bahkan memperbaiki perilaku untuk membuat satu sama lain merasa nyaman. 

Terkadang hubungan yang buruk adalah kesalahan kedua pasangan. Kamu perlu mencari tahu hal negatif dan memperbaiki hal tersebut. 

Jujur

Kalau kamu ingin bertahan atau keluar dari hubungan, pastikan dia mengetahuinya. Kamu bisa bertahan kalau ada perubahan sikap dan tingkah laku dari dia. Tapi jika tidak, kata putus menjadi hal yang baik. Sebab hubungan kamu dengan dia akan berjalan seperti itu, meski nanti menikah.   

Comment (0)
Comment is under moderation
 
More from Ardi
Cerita selfcare kali ini ingin menceritakan bahwa banyak lho kasus...
Ada 3 macam perilaku toxic relationship yang harus kamu cermati.
Depresi karena patah hati adalah hal yang bahaya. Banyak penderita...
 
Gelisah karena persoalan cinta, Join terapi menulis
More from Ardi
Cerita Selfcare: Gara-gara Sering Dipukulin, Jadi Benci Banget Sama Orangtua Kandung Sendiri
Cerita-selfcare-gara-gara-sering-dipukulin-jadi-benci-banget-sama-orangtua-kandung-sendiri
Cerita selfcare kali ini ingin menceritakan bahwa banyak lho kasus kekerasan dari rumah tangga yang akhirnya membuat mental anak menjadi hancur dan terbawa hingga mereka dewasa....
Jenis Perilaku di Toxic Relationship yang Harus Kamu Tahu
Jenis-perilaku-di-toxic-relationship-yang-harus-kamu-tahu
Ada 3 macam perilaku toxic relationship yang harus kamu cermati....
More from BDC
Jika Moms memiliki kawan yang hangat dan suka memberi nasihat...
Menjalani hidup setelah putus cinta bukan hal yang mudah. Dunia...
Bukan menjadi rahasia lagi jika seorang istri yang sedang ulang...
Dalam hubungan berpacaran, rasa ingin memiliki merupakan persoalan wajar. Tetapi...
Flirting adalah kondisi saat seseorang menggoda orang lain. Hal ini...