Terjebak-dalam-toxic-relationship-ini-5-langkah-yang-bisa-kamu-ikuti-untuk-mengakhirinya

Terjebak dalam Toxic Relationship? Ini 5 Langkah yang Bisa Kamu Ikuti Untuk Mengakhirinya

Ketika berada dalam sebuah hubungan yang sehat, seseorang bisa nyaman menjadi dirinya sendiri, mendapatkan support dari pasangan, dan bisa berkomunikasi menyampaikan pendapat tanpa khawatir. Tentu saja itu nggak berarti jika pasangan yang memiliki hubungan yang sehat selalu rukun, nggak pernah memiliki beda pendapat, atau bahkan bertengkar. Namun, dalam hubungan yang sehat setiap individunya memiliki kemampuan untuk berdiskusi secara terbuka untuk menyelesaikan masalah.

Beda jika individu itu terjebak dalam toxic relationship. Kadang salah satunya nggak nyaman untuk bisa jadi diri sendiri di depan pasangan karena merasa takut dirinya nggak akan diterima atau bahkan ada tekanan untuk menjadi sosok yang diidamkan oleh pasangan. Menyampaikan pendapat secara terbuka kadang malah berujung adu argumen yang menguras energi. Jadi, kalau ada masalah bukannya disampaikan, malah dipendam sendiri. Boro-boro selesai, masalahnya malah jadi runyam.

Sudah banyak artikel dan film yang mengangkat berbagai macam toxic relationship, tapi itu bukan berarti untuk keluar dari hubungan itu mudah. Pengetahuan soal toxic relationship aja nggak cukup bagi individu-individu yang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat itu. Nggak bisa ditampik jika toxic relationship begitu kompleks. Ada sisi nyaman yang membuat individu di dalamnya bergantung satu sama lain, di sisi lain power play yang tak iimbang membuat salah satunya menjadi korban.

Baca juga: Tanda Kamu Dikelilingi Orang-orang Toxic

Tapi, nggak mudah berarti nggak bisa, ya. Ada beberapa hal yang bisa membantumu untuk pelan-pelan bisa keluar dari toxic relationship ini:

  1. Mengakui jika kamu sedang dalam toxic relationship

Hal yang paling pertama harus kamu lakukan adalah berhenti untuk menyangkal dan mengakui jika kamu memang pernah atau sedang berada dalam hubungan yang tidak sehat. Sebenarnya ini cukup tricky untuk dilakukan, apalagi kalau kamu sudah tahunan berada dalam hubungan tersebut. Tapi, tenang. Kamu pasti bisa!

  1. Buat jurnal untuk mengekspresikan emosimu

Terdengar cukup cheesy, tapi telah banyak riset yang mengungkapkan jika menulis merupakan salah satu proses healing terbaik. Nggak perlu harus taat PUEBI atau pusing memikirkan kata-kata yang indah. Tulis apa yang kamu rasakan, segala hal positif yang bisa jadi ada dalam hubunganmu juga boleh. Jangan lupa juga beri catatan-catatan positif untuk dirimu sendiri, ya!

  1. Meet up dengan teman atau anggota keluarga

Salah satu yang bisa terjadi dalam toxic relationship adalah perasaan jika pasangan kita adalah satu-satunya yang bisa mengerti kita. Padahal, hal itu kadang nggak benar. Kita bisa jadi terlalu fokus untuk menyenangkan pasangan dan melupakan teman atau anggota keluarga yang sebenarnya sangat suportif terhadap kita. Jadi, luangkan waktu lagi yuk buat mereka.

  1. Luangkan waktu untuk istirahat

Istirahat disini nggak cuma diartikan sebagai tidur aja. Luangkan waktumu untuk kembali fokus pada hal penting yang ada di sekitarmu. Mungkin kamu pernah punya impian mengejar beasiswa S2 atau bahkan sesederhana nyoba style pakaian lain yang dulu nggak dibolehin sama pasanganmu. Nah, ini waktu yang tepat untuk kembali fokus pada hal-hal tersebut. Setelah kemarin energimu terkuras untuk berada dalam hubungan tidak sehat, sekarang waktunya kamu untuk istirahat dan fokus pada dirimu sendiri.

  1. Memaafkan diri sendiri

Ketika memutuskan untuk mengakhiri toxic relationship, kamu mungkin akan didera perasaan bersalah setelahnya. Entah itu perasaan bersalah karena kamu membiarkan diri terlalu lama dalam hubungan itu atau menyakiti pasanganmu. Bahkan jika hubungan tersebut membuatmu berefek pada orang di sekitarmu, kamu akan merasa bersalah karena telah menyakiti atau meninggalkan mereka. Apapun itu, kamu bisa belajar untuk pelan-pelan memaafkan diri sendiri. 

Mengakhiri toxic relationship nggak bisa dilakukan secara instan. Namun, ketika berhasil keluar dari hubungan tersebut, kamu bakal merasa lebih bebas mengekspresikan diri dan hidupmu akan jauh lebih baik dari sebelumnya. Lima langkah ini bisa membantu kamu untuk keluar dari toxic relationship. Tapi jika kamu merasa kewalahan, jangan sungkan untuk menemui profesional yang bisa membantu kamu di masa-masa sulit ini.

Baca juga: Toxic Relationship, Dimaki, Dikasari, Harus Pergi atau Bertahan?

Toxic relationship bisa membuat orang menjadi stres dan depresi. Untuk melawan depresi, kamu bisa melakukannya dengan terapi menulis. Terapi menulis adalah salah satu metode yang sangat mudah dan efektif untuk memulihkan depresi. 

Di terapi ini, kamu bisa bercerita atau menuliskan berbagai hal. Seperti diary, jurnal pribadi, puisi, cerpen atau bahkan novel. 

Buat kamu yang ingin mencoba terapi menulis, belajardaricinta punya nih program terapi menulis. Kamu bisa mencobanya di sini yah

Penulis: Ardy Pratama

About the author
toxic toxic relationship

Related

Login for comment

There are no comments yet.

Be the first to comment here.