Tips Menghadapi Konflik Dengan Ayang Saat Puasa

Tips Menghadapi Konflik dengan Ayang Saat Puasa

Sejatinya berpuasa tidak hanya untuk menahan haus dan lapar tapi juga untuk menahan godaan nafsu baik raga maupun batin. Berpuasa mengajarkan para umat untuk selalu sabar dalam bertindak dan berkata. 

Tapi apa jadinya jika kamu sedang terlibat konflik dan cekcok dengan pasangan saat berpuasa? Puasamu menjadi tidak bermakna jika kamu kalut terbawa emosi negatif hingga konflik dengan pasangan makin runyam. 

Baca juga: Arti Tatapan Mata Laki-laki yang Harus Perempuan Tahu

Perasaan sedih, marah, hingga frustasi itu valid kok dan itu wajar. Namun, responmu terhadap konflik ini yang akan membawa hubungan kalian menjadi lebih rumit atau kembali bersemi. 

Takut batal karena terbawa emosi? Ikuti tips untuk hadapi konflik dengan pasangan ini!

Biar suasana Ramadan tetap sejuk walau hubungan sedang diterpa badai, simak 6 tips untuk menghadapi konflik yang terjadi saat puasa! 

  1.  Komunikasi secara terbuka 

Menghadapi segala masalah memang dibutuhkan komunikasi secara terbuka termasuk dengan pasangan. Ungkapkan perasaanmu dengan jujur. Hindari terlalu banyak ngambek yang bisa berakibat konflik dan masalah tidak cepat selesai. Marah dengan menggebu-gebu juga dapat mengakibatkan masalah semakin rumit dan berakhir saling menyalahkan. 

  1. Pilih waktu yang tepat 

Saat hendak berbincang untuk menyelesaikan konflik, pilih waktu yang tepat. Selepas berbuka atau selepas menunaikan sholat tarawih bisa menjadi waktu yang cocok untuk berbincang. Perut yang sudah terisi dan dahaga yang sudah hilang cukup membuat otak dingin tidak seperti ketika sore hari ketika kalian lelah dan lapar. 

  1. Hindari menyalahkan 

Saat memulai perbincangan, pastikan kamu tidak menyalahkan pasangan. Lebih kamu mulai dengan apa yang kamu rasakan. Menyalahkan pasangan akan membuatnya terserang sehingga jadi keributkan bukan menyelesaikan masalah. 

  1. Pilih kata-kata yang tepat 

Dalam keadaan marah mungkin ini terlihat sulit, tapi dengan memilih kata-kata yang menyudutkan sebaiknya dihindari. Hindari mengucapkan “tidak pernah” atau “selalu” yang menggeneralisasi pasangan. Hal ini membuat pasangan defensif. Kamu lebih baik fokus mengungkapkan permasalahan yang kamu rasakan. 

  1. Dengarkan pasangan 

Setelah kamu selesai menyampaikan perasaan, kamu perlu untuk mendengarkan pasangan. Beri ruang untuk dia menyampaikan dari sudut pandanganya. Pastikan kamu benar-benar mendengarkan dan memperhatikan untuk melihat masalah dari sudut pandang yang lain sehingga penilaianmu akan lebih objektif. Di sini, kamu mendengarkan dia bukan untuk menanggapi, ya. Kamu juga perlu untuk menahan dirimu untuk tidak berkata seperti “iya.. tapi..” karena ini berarti kamu tidak mendengarkan pasangan secara utuh dan menunjukkan kalau kamu tidak menghargainya. 

  1. Belajar memaafkan 

Setelah mengutarakan perasaan dan mendengarkan opini pasangan, belajar memaafkan perlu dilakuakn sebagai cara menghindari dan menyakiti perasaan pasangan selama konflik. Memberikan maaf berarti kamu melepaskan kemarahan dan memperlakukan pasanganmu dengan cinta dan hormat. Lebih-lebih, pada bulan suci ramadhan, baiknya saling memaafkan dan menjaga silaturahmi. 

Konflik dan masalah memang akan selalu hadir dalam sebuah hubungan. Namun, jalan keluar akan selalu ada. Mumpung bulan Ramadan, mungkin ini saat yang tepat untuk mengoreksi cara komunikasi kita sebagai pasangan agar ke depannya hubungan bisa lebih harmonis lagi.

Baca juga: Alasan Cewek Balikan Sama Mantan Pacar, Ketahuan Deh!

Belajardaricinta.id bertujuan untuk menjadi tempat untuk curhat, berbagi tulisan dan kisah yang membangun, dan memberikan perspektif baru bagi pembacanya, sehingga diharapkan bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Kami percaya bahwa curhat dapat memberikan rasa tenang, tidak sendirian dan mencegah membuat kondisi menjadi lebih buruk. 

Yuk ikut berbagi ceritamu di sini dengan mendaftar di Writing Therapy.

About the author
cinta hubungan cinta

Related

Login for comment

There are no comments yet.

Be the first to comment here.